Jember,topiknews.com- Sebuah kebanggaan besar kembali hadir dari kalangan generasi muda Kabupaten Jember. Balqis Shakira Salsabila, siswi berusia 9 tahun yang bersekolah di MI Al Falah Tanggul, berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih gelar Juara 1 pada ajang OPEN Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 202 yang diselenggarakan institut karate do Indonesia (INKAI) Kompetisi bergengsi ini digelar pada Januari lalu di GOR Pancasila, Surabaya, dan diikuti ratusan atlet muda dari berbagai daerah se-Jawa Timur, 24/5/26.
Di balik ketangguhan dan disiplin yang ditampilkannya di atas arena pertandingan, tersimpan kisah menarik yang membuat pencapaian ini semakin istimewa. Balqis ternyata adalah putri kandung dari seorang prajurit TNI, Didik, S.P., yang bertugas dan tinggal bersama keluarganya di lingkungan Asrama 515, Kecamatan Tanggul, Jember. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah yang melekat pada jiwa militer, ternyata telah tertanam kuat dan menjadi fondasi utama keberhasilan putrinya ini.
Sejak kecil, Balqis sudah dibiasakan dengan pola hidup teratur dan disiplin tinggi, warisan langsung dari sang ayah yang mengabdi bagi negara. Kesehariannya dimulai sangat pagi, bangun pukul 04.30 untuk beribadah, membereskan tempat tidur, hingga menyiapkan perlengkapan sendiri sebelum berangkat sekolah. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi yang sopan, tenang, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam pelajaran, berpegang teguh pada pesan ayahnya: “Belajar kewajiban, olahraga kebutuhan, dan keduanya harus seimbang.”
Setelah pulang sekolah dan istirahat sejenak, waktu terbesarnya dihabiskan untuk latihan karate. Hampir setiap sore, selama kurang lebih dua jam, Balqis berlatih keras bersama rekan-rekannya. Ia tidak pernah mengeluh meski lelah, dan menganggap setiap gerakan, setiap latihan fisik, serta setiap kuda-kuda sebagai cara membentuk karakter, persis seperti yang selalu ditekankan sang ayah dalam menjalani tugas negara.
“Karena ayah saya tentara, saya diajarkan tidak mudah menyerah. Kalau jatuh harus bangkit lagi, kalau lelah ingat tujuan. Itu yang selalu saya pegang saat latihan maupun saat bertanding,” ujar Balqis dengan suara lembut namun penuh ketegasan, cerminan didikan keluarga militer yang kuat.
Sang ayah, Didik, S.P., mengaku sangat bangga namun tetap menanamkan kerendahan hati. Ia tidak pernah memaksa anaknya untuk harus juara, melainkan lebih mengutamakan proses, ketekunan, dan kecintaan pada apa yang ditekuni. Bagi Didik, prestasi ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai kehidupan yang ia wariskan dapat diterapkan dengan sangat baik oleh anaknya.
“Saya hanya menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Seorang prajurit harus siap dan tangguh, dan nilai-nilai itu saya tanamkan ke anak. Ternyata, ia serap dan jalankan dengan sangat indah hingga membawa hasil ini,” ungkap Didik dengan mata berbinar bangga.
Menjelang kejuaraan di Surabaya lalu, Didik selalu menyempatkan waktu di sela tugas dinasnya untuk mengantar, mendampingi, dan mengawasi latihan Balqis. Masukan yang diberikannya bukan soal teknik bela diri, melainkan tentang mental bertanding, keberanian, dan kepercayaan diri—kunci kemenangan sejati.
Puncaknya terjadi di GOR Pancasila, Januari silam. Di tengah persaingan ketat puluhan atlet muda, Balqis tampil tenang, luwes, dan berwibawa. Gerakan kata yang dibawakannya sangat rapi, tegas, dan penuh jiwa, hingga memukau para dewan juri dan memberikannya nilai tertinggi. Medali emas yang melingkar di lehernya itu bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan kebanggaan bagi sekolah, daerah, serta keluarga besar TNI tempat ayahnya mengabdi.
Kini, di usia yang masih sangat muda, Balqis tidak berniat berpuas diri. Ia memiliki mimpi besar: ingin terus berlatih, berprestasi hingga ke tingkat nasional, dan membuktikan bahwa anak seorang prajurit TNI bisa menjadi teladan, berprestasi di mana saja, serta berguna bagi nusa dan bangsa.
Kisah Balqis Shakira Salsabila menjadi inspirasi nyata bagi bocah seusianya Bahwa di balik kemenangan, ada disiplin, kerja keras, dan nilai-nilai luhur yang diturunkan orang tua. Putri prajurit ini membuktikan: usia muda bukan penghalang untuk meraih puncak prestasi, selama dibekali tekad baja dan bimbingan penuh kasih sayang. *(Red).*












